Koto Lalang — Malam Rabu, 7 Januari 2026, rumah sederhana Ibu Nurliana di RT 01 RW 03 Kelurahan Koto Lalang menjadi saksi berkumpulnya hati-hati yang rindu akan ketenangan. Dalam balutan kebersamaan, Majelis Taklim Yasinan (MTY) Kelurahan Koto Lalang kembali menggelar wirid rutin—sebuah perjumpaan iman yang menyejukkan jiwa.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin fadilah. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an mengalir perlahan, menyentuh relung hati para jamaah. Setiap ayat seakan menjadi doa yang dipintal dari harap dan keyakinan, memohon keberkahan bagi keluarga, lingkungan, dan seluruh warga Koto Lalang.
Usai Yasinan, majelis dilanjutkan dengan tambahan pelajaran yang disampaikan oleh pembina MTY, Almi Efendi, SIQ., STh. I., yang juga Ketua IPARI Kota Padang. Dengan bahasa yang lembut dan mudah dipahami, beliau menguraikan materi Rukun Berwudu—sebuah pelajaran dasar yang kerap dilalui, namun sering luput dimaknai secara mendalam.
“Wudu bukan sekadar membasuh anggota tubuh, tetapi menyucikan niat dan menata kesadaran. Dari wudu yang benar, lahir shalat yang khusyuk; dari shalat yang khusyuk, tumbuh akhlak yang meneduhkan,” tutur Almi Efendi di hadapan jamaah, mengajak untuk kembali merawat fondasi ibadah dengan ilmu.
Suasana majelis terasa hangat dan khidmat. Jamaah menyimak dengan penuh perhatian, seolah diingatkan kembali bahwa kebesaran agama ini bertumpu pada hal-hal yang sederhana namun sarat makna. Di rumah Ibu Nurliana, ilmu dan dzikir berpadu, membentuk keteduhan yang menguatkan persaudaraan.
Wirid MTY Kelurahan Koto Lalang malam itu menegaskan satu pesan: menjaga ibadah dimulai dari kesungguhan memahami dasarnya. Dari Yasin hingga pelajaran wudu, majelis ini terus menyalakan pelita—agar langkah hidup tetap bersih, niat tetap lurus, dan kebersamaan senantiasa terjaga dalam ridha Allah Swt.